-->

Notification

×

Kategori Karya

Cari

Kumpulan Karya

Tag Terpopuler

Jalan yang Tak Terlihat

Kamis, 23 Oktober 2025 | Oktober 23, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-25T09:37:12Z

Jalan yang Tak Terlihat

Penulis: Maftuhah Dewi


        Dahulu kala, ada seorang pemuda bernama Ardi di sebuah desa yang dikelilingi pegunungan. Kisah-kisah tentang kerasnya kehidupan dan perjuangan mereka telah tersirat dari penduduk desa sejak kecil. Namun, ia tak pernah mengeluh, meskipun hidup di desa itu keras. Ardi bekerja sebagai petani. Ia menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di ladang, menanam padi, dan merawat kebun sayurnya. Namun, sepanjang hidupnya, ia tak pernah melepaskan satu mimpi besar. Kemarin, Ardi bermimpi melihat dunia luar suatu hari nanti, ia ingin menjelajahi kota-kota besar dan belajar bahwa hidup bukan hanya ladang dan sawah.

        Pada suatu pagi yang cerah, ketika Ardi sedang menyiram tanamannya, seorang lelaki tua datang mengunjungi desanya. Ia mengenakan pakaian usang dan membawa tas kecil. Ia tampak lelah dan berhenti sejenak di luar rumah Ardi. "Anakku, bolehkah aku beristirahat di sini?" bisik lelaki tua itu. Ardi mengangguk, menunjuk ke beranda tempat ia bisa duduk. Mereka berbincang cukup lama, tentang cuaca dan kehidupan di kota-kota besar yang pernah dikunjunginya. Namun, ada sesuatu dalam salah satu kalimat lelaki tua itu yang menyentuh hati Ardi.

        Ucap lelaki tua itu “Kehidupan ini, nak, bukan hanya tentang mengejar apa yang terlihat di depan mata. Terkadang, yang terbaik adalah mengikuti jalan yang tak terlihat”. Ardi bingung, tetapi lelaki itu melanjutkan, "Jalan yang jarang dilalui penuh berkah, yang mungkin tak akan pernah kita temukan jika kita hanya mengintip ke arah itu. Kita semua, di waktu yang berbeda, suka menjelajah di luar zona nyaman dan terkadang itu berarti berjalan di tengah terik matahari."

       Hari-hari berikutnya, pikir Ardi. Ucapan lelaki tua itu terus terngiang di kepalanya. "Itu membuatku berpikir bahwa aku tak pernah rela melangkahi batas menuju pekerjaan dan impian yang bisa kau lihat dengan jelas", katanya. Ia tak hanya membutuhkan lebih banyak padi di sawah, ia juga membutuhkan keberanian untuk mengejar mimpi yang tak pasti. Beberapa bulan kemudian, dengan penuh keberanian, Ardi meninggalkan desanya yang terpencil. Ia datang ke kota besar untuk bekerja dan memulai hidup baru. Perjalanan itu tidak mudah, dan ada banyak tantangan serta ketakutan yang harus dihadapi, tetapi Ardi merasa seperti sedang melangkah di jalur baru yang belum pernah dilihatnya sebelumnya.

    Di sana, Ardi menemukan segala macam hal baru. Ia berjuang, belajar, dan sedikit demi sedikit menemukan sesuatu. Namun ia tak pernah melupakan apa yang dikatakan lelaki tua itu: "Terkadang, ada baiknya mengambil jalan yang tak terlihat”, “Jika ada hikmah dari kisah ini, hidup memang penuh dengan intimidasi, tetapi juga memberi banyak ruang untuk tumbuh dan berkembang, serta mengejar mimpi-mimpi yang lebih besar", tambah Ardi.

    Ardi akhirnya kembali ke desanya, tetapi dengan pandangan baru. Ia tak hanya membawa pulang kisah-kisah tentang kota besar, tetapi juga sebuah pelajaran "bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang sudah terlihat, tetapi juga tentang berani mengambil langkah menuju hal yang tak terlihat, menuju kemungkinan yang tak terduga yaitu mimpi besar yang harus diwujudkan".

×
Karya Terbaru Update